Jumat, 16 Oktober 2015

Hatiku Seperti Buku
Kubuka sebuah buku lalu berlahan mulai aku sapukan tenta merahku.
Dihalaman pertama aku tuliskan nama kedua orang tuaku
Karena tanpa mereka aku tidak akan lahir kedunia ini ( I love you ayah ibu)
Kubuka lagi bukuku lembar demi lembar dan kutemukan halaman paling tengah aku tuliskan nama-nama orang yang telah menyakiti hatiku karena halaman itu sangat mudah disobek dan dibuang.
Kubuka lagi halaman paling akhir dihalaman itu aku gambar nama-nama orang yang sangat aku sayang dan aku cintai dan kamu salah satu diantara nama yang akan kusimpan dan kukenang dalam hidupku

Kamis, 15 Oktober 2015

Kini kuhanya bisa membayangkan,
membaca aksara yang kau rangkai penuh makna
tanpa sanggup ku menyapa
dan hanya bisa mengenangmu dalam duka

Kini kau telah pergi
tanpa kau peduli tentang perasaanku
kau pergi dengan keangkuhanmu
kau tinggalkan kenangan yang hayakan rapuh ditelan waktu,
dan sisa sisa usiaku

Haruskah air mata ini mengalir setiap waktu?
haruskah kuhentikan
detak jantung dan nadiku untuk merindukanmu?
dan haruskah nyawa ini terpisah dari ragaku karena cintamu?
mungkinkah ini semua telah menjadi suratan takdirku
LUKA HATI
Oleh Fauziia Nuer Afnhiie

Aku duduk terdiam di tengah kesunyian
menatap langit yang enggan berbicara
entah mengapa ia diam membisu seribu bahasa
apakah ia juga tau akan kesedihanku ?

Luka yang selama ini aku pendam
Sakit yang sangat mendalam
Sakit yang tak bisa terbendung lagi
Bagaikan pisau menggoreskan luka

Kau pergi bersama semua kenangan
jauh....jauh dan semakon jauh
meninggalkan aku sendiri
bersama luka dalam hati